SELAMAT KEMBALI DEPRESSI

14 10 2006

Semalam otak ku sekali lagi merosakkan harta Tuhan.

Sudah berkali mata yang heran memandang, merenung tekun dengan penuh kritik atas tindakan yang dipandang seolah-olah aku wanita hilang pedoman, tapi dengan tanpa segan-silu, aku terus menghiris-hiris kemana kulit yang takut pada matahari, kulit yang sering bersembunyi di bawah kain.

Katanya aku seolah bernyanyi, “Selepas sesi hiris menghiris, hilanglah sakitnya sayang”

Ya hilang. Memang benar sungguh nyanyiannya. Walau dipaksa jauh otakku merayap, memang sukar aku menolak.

Ia seperti pakcik ku suatu ketika dulu. Ketika dia marah. Meskipon dia gagal untuk mencari formula yang boleh mendatangkan alasan kukuh tentang akan sebabnya dia marah, setelah dicampaknya aku kata caci-maki dan muka kakinya terbang ke arah belakang hati, akhirnya diamlah dia dan aku, terus bebas dari mati.

Tindakan aku kini, sama inti nya. Yang lain hanyalah luaran nya. Jikalau dikopek lapisan nya, satu persatu persatu, akan tiada perbedaannya. Sumpah. Aku tidak bohong. Percaya lah. Aku bukan dia yang mereka ceritakan. Aku mengelar untuk hidup…

Bukan mengelar untuk mati.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: