MEMANDANG SUDUT, KU TERDIAM

13 08 2006

Di saat aku merenung jauh, memikirkan sesebuah masa hadapan walaupon ia sekadar pinjaman. Apa yang termampu hanyalah menatap diri sendiri, memberi lambaian lemah bak dedaunan kering jatuh berguguran sehingga burung tak layak bersiul dan pokok dilarang menari bersama angin.

Itulah kehidupan ku yang sudah hilang ertinya.

Saban hari, aku isikan pagi dengan menatap panjang sang angin menyapu awan. Sehingga datangnya petang, yang sedar tak sedar memindah ku ke malam pekat dimana ku kurungkan bisa kesepian di jiwa berwajah redup, sehingga terbuainya aku ke dalam mimpi penuh bisu dan berlumuran darah beku.

Walaupon sudah ku mohon berkali-kali kepadanya, ibuku yang tercinta. Yang diciptakan untuk bercinta dengan ku di bulan Januari dan mati di sunyi senja bulan Februari. Pabila ku berlayar kembali ke tempat dimana perginya dia sewaktu aku berlari, bernapas dan berhenti sekolah, perasaan benci ku ke arah langit datang mengembun, menyabung dan membelit jiwa dan menghempas suasana.

Sudahkah dia lupa tugas seorang ‘raja’ yang mencipta langit dan bumi adalah menyatukan kedua-duanya agar dapat bersama dan bukan memisahkan di atas sebab takdir yang dieja maktub?

Aku tahu. Aku hamba. Dosanya aku bertanya sedemikian.

Abaikan aku. Biarlah aku menanti. 

Biarlah aku teruskan menyeru halus namanya dan menonton langit dan laut dari jauh, sejauh hujung dunia. Agar dapat ku bayangkan diriku seperti laut dan dirinya seperti langit yang sebenarnya sudah tercantum rapat sebelom tertulisnya dunia di selembar kertas.

Biarlah


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: